Latest Posts
Browsing Category "Pilkada dki jakarta 2017"

Prabowo Ragukan Lembaga Survei "Tergantung Siapa Yang Bayar".

- Wednesday, 8 February 2017 No Comments




Jalan semut, JAKARTA - Ketum(ketua umum) Partai Gerindra Prabowo Subianto mengatakan data yang dikeluarkan sejumlah lembaga survei tidak netral dan bisa berpotensi buruk dalam opini di masyarakat.

"Sudah tidak aneh lagi kalau data dari survei itu berbeda-beda. Hasilnya ini kan tergantung siapa yang bayar," ujar Parbowo saat ditemui di kediamannya, di Bogor.

Menurutnya, hasil temuan lembaga survei yang bervariasi itu berpotensi membentuk dan menggiring opini yang tidak benar bagi masyarakat, sehingga termasuk dalam bentuk pembodohan atau manipulasi.

"Yang jelas kepandaian mereka (lembaga survei) digunakan untuk membohongi rakyat, saya jadi tidak hormat. Seharusnya mereka terbuka, data-data surveinya juga harus jujur," pungkasnya

Terkait dengan adanya dugaan kecurangan ini, Prabowo kemudian mengimbau kandidat calon pemimpin DKI Jakarta yang diusung partainya, yakni pasangan nomor urut tiga Anies Baswedan dan Sandiaga Uno agar menggunakan cara yang jujur untuk meraih kemenangan.

Tiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta yang telah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta, akan bersaing pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2017.

Mereka adalah Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni yang diusung Partai Demokrat, PPP, PKB dan PAN dengan nomor urut 1.
Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan Djarot Saiful Hidayat yang diusung PDI Perjuangan, Partai Nasdem, Partai Golkar dan Partai Hanura dengan nomor urut 2.
Kemudian, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno yang diusung Partai Gerindra dan PKS, dengan nomor urut 3.
Pada 28 Oktober 2016 hingga 11 Februari 2017, ketiga pasangan itu berkampanye dan mengikuti debat publik untuk menggalang suara dan dukungan dari warga Ibu Kota dalam menghadapi pencoblosan pada 15 Februari 2017.(PAP)el-paC

Pengamat Politik : Adanya Manipulasi Intelektual Terhadap Pemilih Di Pilkada Dki Jakarta

- Sunday, 5 February 2017 No Comments








      Jalan Semut, Jakarta -   Pengamat politik Arbi Sanit mengatakan, kandidat Pilkada DKI yang membangun opini seakan-akan rakyat Jakarta menderita dipimpin calon petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), hanyalah bentuk adu domba.
"Itu mereka adu domba antara calon nomor dua dengan masyarakat," kata Arbi, seperti yang dilansir antaranews.com Senin (23/1/2017).
Kampanye membangun opini kesengsaraan rakyat juga disebut Arbi, merupakan manipulasi intelektual dari lawan Ahok, sebagai akibat dari program yang ditawarkan tidak menyentuh hati pemilih.
"Itu bukan cara untuk memperbaiki. Ini kan manipulasi intelektual. Inteleknya dipakai untuk memutar-mutar pikirkan pemilih. Padahal program yang ditawarkan sebenarnya tidak menolong pemilih," ujarnya.
"Jadi ini curang, memberikan tawaran-tawaran yang tidak bisa dilaksanakan, tidak efektif lalu berharap dipilih," sambungnya.
Selain itu, Arbi juga menyinggung soal kampanye lawan Ahok yang menyebutkan pembangunan di Jakarta tidak berpihak pada rakyat kecil.
"Bagaimana mungkin Ahok dikatakan tidak berpihak pada orang miskin, sedangkan kebijakan dan kinerja Ahok selama ini kan justru mengutamakan rakyat miskin," ungkap Arbi.
Sebelumnya, dalam debat pertama antarkandidat Pilkada DKI 2017, Ahok juga sempat menyinggung soal opini yang dibangun seolah-olah Ia dan wakilnya Djarot Saiful Hidayat tidak berpihak terhadap rakyat miskin, lantaran melakukan penertiban sejumlah kawasan.
Padahal penertiban tersebut dilakukan demi normalisasi sungai dan penanggulangan banjir.
"Kadang kami suka ketawa juga, seolah-olah kami ini enggak suka orang miskin," kata Ahok dalam debat peserta Pilkada DKI di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (13/1/2017) lalu.(PAP)el-paC